POV RICHARD Sesak di dadaku kian parah setelah kepergian dokter Willson. Tuhan, apa tak ada keajaiban yang kau berikan padaku untuk mengembalikan nyawa istriku. Aku menyentuh wajahnya yang sudah sangat aku rindukan beberapa tahun ini. Tak ada pergerakan apapun, dia hanya diam membisu seperti mayat hidup. "Queen ... Queen ... Ayo, bangun! Kau wanita yang kuat. Aku mohon jangan menyerah seperti ini, buktinya selama lima tahun kau masih mencoba bertahan dalam tidur yang panjang. Aku tidak bisa hidup tanpamu," raungku penuh kesakitan Aku terus saja mendekap tubuhnya. "Tuhan ... Kenapa kau berbuat kejam seperti ini? Aku hanya ingin dia hidup, dia sudah banyak berkorban untukku. Beri aku kesempatan meminta maaf pada Queensha," keluhku berteriak seperti orang gila. Air mataku menetes di wajah

