pagi itu Arman pergi ke kebun sayur dan buah miliknya untuk memanen sayur dan buah yang sudah matang dan juga tambah bibit sayur dan buah yang baru.
makan siang pun akan tiba dan Rani datang mengantar catering ke kebun sayur Arman dan Arman senyum-senyum sapa melihat Rani datang dan Pak Tejo asisten Arman di kebun dan juga sahabatnya pun melihat ekspresi Arman ada beda ke Rani.
"lagi jatuh cinta ini, Arman.gadis muda pula dan badannya cukup berisi" ucap Tejo di dalam hati
Arman membantu Rani mengangkat pesanan catering miliknya dan Rani pun merasa senang di bantu Arman dan Rani pun akan pergi mengantar pesanan lain dan Arman membantu Rani menurunkan sepedanya karena,kebun Arman cukup tinggi.
malam hari pun mereka berbincang lewat ponsel dan Arman senang dengan kehadiran Rani apalagi Rani juga dan Arman berencana menyatakan perasaannya pada Rani.
Arman ke kebun durian dan mengajak Rani untuk memilih durian dan Rani memilih satu tapi,Arman memberinya banyak untuk di panti asuhan dan di kebun durian Arman menyatakan perasaan
"Rani,kamu cantik sekali dan kamu sudah punya pacar?"
"belum, pak.kenapa?"
"kalau belum jadi calon istri saya saja Rani,saya mencintaimu ingin serius dengan dirimu kalau pacaran dulu kayak anak muda dan aneh dan saya ingin siap nikah kita berumah tangga sambil pacaran.bagaimana?"
"saya,juga cinta pada bapak.saya juga mau jadi calon istri bapak"
"jangan panggil bapak, abang saja"
"ba-eh abang"
"kamu lucu sekali"
Arman pun membawa Rani jalan-jalan keliling kota, ke pantai, dan pasar malam di kota dan malam hari baru pulang dan Arman mengantar Rani sampai pintu panti asuhan dan membantu Rani membawakan durian yang ia beri untuk Rani tadi
keesokan harinya berita Arman dan Rani jadian terdengar satu desa dan ada yang terkejut dan ada yang setuju dengan hubungan mereka berdua
Arman pun pergi ke pasar membeli isi seserahan lamaran untuk ia bawa ke panti asuhan bersama Pak Tejo dan juga cincin lamaran
Arman pun datang dengan Pak Tejo membawa seserahan itu untuk melamar Rani dengan restu Buk Fitri dan Pak Abdullah dan Arman sedikit gugup karena baru pertama kali dia melamar seseorang dan jatuh cinta.
"Buk Fitri , Pak Abdul.kedatangan saya dan Tejo ke sini untuk melamar Rani jadi istri saya dan saya meminta restu Buk Fitri dan Pak Abdul selaku orang tua asuh Rani di sini"
"saya merestui niat baik Pak Arman.saya dan Fitri senang sekali kalau Rani sudah menemukan jodohnya"
"Terima kasih, Pak Abdul"
Pak Abdullah menyuruh istrinya memanggil Rani untuk ke ruang tamu panti asuhan
Rani pun di bawa turun oleh Buk Fitri dan diruang tamu mereka memakaikan cincin lamaran dan Pak Tejo pun tersenyum bahagia melihat temannya itu sudah menemukan pendamping hidup.
Arman pun pergi ke toko furniture membeli isi kamar untuknya dan Rani setelah menikah kamar mereka sudah lengkap furniturenya mulai dari kasur king size,tempat tidur,sofa,dan lemari besar serta meja rias dan meja pajangan di dekat tempat tidur dan Arman menyuruh anak buahnya di kebun buat cat kamar jadi lebih aestetic dan betah Rani melihat Kamar pengantinnya bersama Arman dan Arman juga membeli kulkas baru,kompor,panci,wajan dan banyak piring untuk acara pernikahan mereka.