pagi itu Arman mengajak Rani mengurus dokumen pernikahan dengan meminta surat izin dari RT dan RW,lalu mereka ke lurah dan dari lurah mereka ke camat.keesokan paginya mereka mengantar dokumen syarat untuk menikah dan lalu mengurus surat sehat untuk calon mempelai di klinik desa dan mereka sekalian mengecek kesuburan karena,setelah menikah Arman dan Rani ingin segera punya anak dan hasilnya mereka sama-sama subur dan surat sehat menunjukkan mereka berdua sehat dan mereka mengantar itu ke kantor kua untuk syarat tambahan.
pagi menuju hari pernikahan Arman di bantu Pak Tejo dan tetangganya Pak Surya membersihkan rumah Arman dan menyusun kursi ruang tamu ke kamar lain terlebih dahulu dan membentangkan karpet berbulu serta meja kecil di tengah yang sudah di alas kain putih dan Arman menyusun makeup,haircare,dan bodycare yang di belinya untuk Rani serta pakaian dan juga lingerie dan malam harinya Arman menabur bunga-bunga di kasur dan lantai serta memasang lilin aromaterapi.
pagi harinya Rani di dandani buk Fitri dan buk Ros istri Pak Surya tetangga Arman dan Arman yang juga dibantu bersiap-siap oleh Pak Tejo dan Pak Surya dan Tejo bisik-bisik lucu dengan Arman.
"Wah, udah mau kawin aja kamu, Arman.kelihatan gugup banget dan itu icikbos gak karatan kan soalnya kan dapat istri usia muda"
Arman mendengarnya pun senyum malu sambil kesal
"ya,namanya juga orang baru akan nikah dan juga jangan bahas icikbos karatan kata dokter klinik kami berdua subur kok"
"ya,udah sekarang kita keluar ke meja akad dan nunggu pengantin perempuan di bawa keluar juga ke meja akad"
Arman di bawa Tejo dan Surya ke meja akad dan mereka berdua jadi saksi dan pak Abdullah sudah siap jadi wali nikah mereka dan Rani pun sudah siap di dandani pun dibawa keluar ke meja akad oleh Buk Fitri dan Buk Ros dan Arman yang melihat Rani yang tambah cantik dengan kebaya pernikahan yang ia beli tak lepas pandang dari Rani dan Tejo pun bisik-bisik lagi.
"Man, udah pandang-pandangnya dulu nanti di kamar malam pertama puas-puasin pandang sekarang akad nikah dulu"
Arman pun siap memulai akad nikah dan penghulu membimbingnya.
"Arman Mahendra saya nikahkan engkau dengan Saudari Rani Syahputri dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas antam 2 gram di bayar tunai"
"saya terima nikahnya Saudari Rani Syahputri dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas antam 2 gram di bayar tunai"
"saksi sah" ucap penghulu melihat para saksi
"sah" ucap para saksi
Arman dan Rani mendatangani buku nikah dan setelah itu Rani menyalami tangan Arman dan Arman mencium kening Rani dengan hikmat
setelah acara akad selesai para tamu undangan makan dan bersalam-salaman dengan mereka berdua dan Arman bisik-bisik pada Rani.
"malam ini, malam pertama kita Rani sayangku"
Rani yang mendengar malu dan setelah tamu pergi Rani masuk ke kamar untuk persiapan malam pertama dan Arman dibantu Tejo dan Surya membereskan di luar dan ruang tamu.
Tejo dan Surya pun pergi dan Arman mengunci pintu rumah dan Rani di kamar sudah menunggu dengan tiduran tanpa sehelai benang dan tangan yang menutupi p******a dan memewnya yang rambut lebat nan halus.Arman pun yang masuk kamar langsung membuka jas dan pakaiannya dan langsung naik ke ranjang tanpa sehelai benang pun dan lampu kamar di matikan dan hanya lilin aromaterapi yang hidup