Genji menganggukkan kepalanya pelan, matanya menatap lantai sama sekali tidak mau bertatapan dengan dua wanita di depannya. Jianheeng menyimpan cangkir tehnya dengan suara berdenting, bibirnya melengkung membentuk senyum manis. "Baiklah tidak perlu takut seperti itu, ibunda mengerti. Tapi, apakah kau memiliki alasan lain hmm?" Tentu saja Jianheeng tidak akan mengatakan masalah Xing Yu dan Xia yang bertengkar secara blak-blakan karena itu adalah rahasia milik orang lain. Pertanyaan itu membuat Genji bergeser tidak nyaman. Fengying menyipit matanya melihat gelagat aneh sang putra. Dia benar-benar penasaran apa yang membuat Genji kasihan dan bertingkah aneh seperti sekarang. "Aku hanya-" Perkataanya terputus karena Xia tiba-tiba masuk tanpa permisi dan langsung bersimpuh di depan Jia

