"Jadi? Ada apa kau datang kesini? Bukanlah kau sedang sakit?" Jianheeng bertanya kepada Fengying. Dia sama sekali tidak melirik lawan bicaranya dan asyik mengupas buah panggung dengan perlahan. Gerakannya terlihat lambat dan malas. Fengying yang baru saja melangkahkan kaki kanannya sedikit terkejut karena Jianheeng mengetahui kedatangannya. Wanita itu seperti nenek sihir, dia bisa mengetahui berbagai hal. "Permaisuri sungguh peka sekali bisa mengetahui kedatanganku." Tanpa permisi wanita itu masuk kemudian membungkuk sedikit sebagai ucapan salam kemudian duduk di sisi Jianheeng dan mengambil sebuah jeruk. "Aku kesini ingin membicarakan tentang Genji." "Hmm?" Alis sebelah kiri Jianheeng terangkat menunggu Fengying bercerita. Bagaimanapun Jianheeng menyayangi Genji seperti anaknya, dia s

