"Loh, Shan! Kau sudah sampai?" tanya Izora terkejut. Belum ada setengah jam dan sang suami sudah sampai. Sepertinya Shan mengemudikan mobilnya tanpa menginjak rem sedikit pun. Shan menarik kursi tepat di sebelah kanan Izora dan duduk. Ia mengusap puncak kepala istrinya dan mengecupnya. "Aku menggunakan kekuatan teleportasi, Sayang." "Teleportasi apaan?!" Izora mencebikkan bibirnya malas. "Oh iya, kau siapa?" Shan menatap Agastya sambil mengulurkan tangan. "Aku Agas, mantan pacar Zora ketika SMA," sahut Agastya membalas uluran tangan Shan. Dua pria itu saling berjabat tangan dan saling meremas kuat. Tatapan mata mereka tajam seolah memancarkan cahaya permusuhan. Namun, yang paling kesal di sana adalah Shan. Bukankah dulu Izora pernah berkata tidak pernah menjalin hubungan dengan pria

