Langkah Izora yang semula mantap kini berubah pelan, bahkan senyum cantiknya langsung memudar. Tatapan matanya tak lagi terfokus pada Nana melainkan pada Agastya, mantan kekasih ketika di SMA. "Ish, kau ini!" Nana beranjak berdiri dan mendekat. Lalu, meraih tangan Izora dan menariknya agar lekas duduk, "Ciee ... yang bertemu mantan terindah," imbuhnya menggoda. Mendengar ucapan Nana membuat Izora tersadar dari lamunan. Yah, dulu Agastya memang kekasih terindah. Tiga tahun menjalin hubungan tak pernah bertengkar dan selalu diperlakukan bak putri. Namun setelah lulus, pria itu memutuskan hubungan dan menghilang bagai ditelan bumi. "Itu masa lalu, Nana. Dan tolong, jangan pernah menggodaku dengan Agas lagi," balas Izora berbisik. Bukan karena masih menyimpan perasaan atau dendam, tetapi

