"Perbuatan apa? Kenapa kami harus mempertanggungjawabkan sesuatu yang tidak kami lakukan?" tanya Danadyaksa berpura-pura bodoh. Perusahaan yang dibangun dari hasil menikahkan Izora dan Shan masih proses pembangunan. Kalau ia dan keluarganya diusir, mau tinggal di mana? Selain itu, ia tidak memiliki apa-apa. Uang tabungan yang dimiliki sudah ludes untuk menambah pembangunan, menjamu para investor, dan beberapa pesta besar untuk menunjang perusahaan barunya. "Cih! Ternyata selain serakah dan tidak pandai bersyukur, kau ahli dalam berakting," cibir Adiyaksa mengejek. "Pa? Aku benar-benar tidak tahu apa-apa," sergah Danadyaksa dengan raut kecewa. "Iya, betul. Kakek baru sadar dan bicaranya sudah melantur seperti ini. Sepertinya Kakek harus dirawat lagi di rumah sakit," kata Aghaya menimpal

