43. Mencari Bukti

1020 Kata

Izora menatap suaminya lekat. Ia meremas jemarinya dengan jantung yang tiba-tiba berdegup lebih cepat. Sayangnya, yang ditunggu-tunggu untuk berbicara justru kembali terdiam. "Sudah, tidak perlu!" kata Izora kesal. "Tunggu sebentar! Aku ingin mengatakannya, tapi kau tidak boleh marah," pinta Shan. Pria itu hanya takut Izora akan berpikir dirinya terlalu egois. Di saat sedang serius memikirkan masalah kesehatan sang kakek dan keluarganya, tetapi Shan justru membahas tentang kebahagiaan sendiri. "Maksudnya?" tanya Izora dengan dahi mengkerut. "Aku ingin membahas masalah anak denganmu, tapi tiba-tiba merasa sekarang bukan waktu yang pas." Tiba-tiba, Shan merasa yakin kalau Adiyaksa akan segera bangun setelah tes darah dan proses penyembuhan. Jadi, ia ingin memberi kejutan kakek istrinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN