Aghaya mendekatkan diri pada Izora dan berbisik, "Papa mengundangmu ke rumah." "Maaf, aku sibuk," tolak Izora tegas. "Jika kau tidak datang, maka pengobatan Kakek akan dihentikan," bisik Aghaya mengancam. "Apa? Apa, aku tidak dengar?" Izora tersenyum berpura-pura bodoh. Izora pikir, Aghaya tidak tahu perihal dipindahnya sang kakek ke rumah sakit lain. Mungkinkah Shan memindahkan kakeknya tanpa mengatakan apa pun? Atau mungkin Danadyaksa sudah tahu, tetapi tidak mengatakan apa pun pada putrinya? "Datanglah ke rumah, kalau tidak kau akan menyesal! Aku akan meminta Papa agar mencabut biaya pengobatan Kakek!" ujar Aghaya mengancam. "Oh." Izora mencebikkan bibir sambil mengangguk berkali-kali, "Coba saja kalau kau bisa!" lanjut Zora balik mengancam. "Kau berani?!" Aghaya menggertakkan gi

