"Shan, kau bilang akan mengatakannya setelah di mobil," ujar Izora mengingatkan. "Perawat bilang, Kakek mendadak kritis," sahut Shan dengan raut khawatir. "Ya Tuhan, Kakek." Tubuh Izora langsung lemas. Shan pun tidak tinggal diam dan langsung memeluk berusaha menenangkan. Ia berharap, kakek istrinya baik-baik saja. Pasalnya, hanya pria tua itu yang Izora miliki. "Tidak apa-apa, aku yakin Kakek akan baik-baik saja," kata Shan menenangkan. Saat ini, Shan dan Izora duduk di kursi penumpang. Ketika sampai di parkiran, pria itu meminta adiknya untuk mengemudi. Dengan demikian, ia bisa memberikan bahunya pada sang istri. "Aku takut, Shan. Aku takut terjadi sesuatu pada Kakek." Izora mencengkeram baju suaminya dengan bulir-bulir air mata yang mulai jatuh membasahi pipi. "Tidak, aku yakin

