48. Kenangan Terindah

2656 Kata

 Sementara semuanya membaik termasuk Rianti. Sampai akhirnya kak Syam pulang setelah menasehatkan beberapa kalimat pada Rianti. Sava sudah bangun, dia bingung dengan apa yang terjadi. Dia sadar jika Layla melakukan sesuatu, kecuali saat dia sudah tidak sadarkan diri. Kini mereka duduk berhadapan saling diam. Sava kikuk dengan sorot mata Rianti. Sesekali Rianti meremas tangannya seolah-olah ingin meremas Sava.   "Apa yang kamu lakukan tadi?" tanya Rianti dengan gigi saling bertaut.   Sava menaikkan kedua alisnya. "Hmm? Aku pingsan mungkin," jawab Sava sedikit menunduk.   Rianti mendesis dan menarik pakaian Sava yang terbuka sampai Sava terhuyung di depannya. "Kamu keterlaluan! Aku nggak terima! Buang baju ini, ayo mandi! Mandi yang bersih sampai bekas bibir orang gila itu hilang! Kalau p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN