Sava mengerutkan dahi. Dia tidak habis pikir dengan sifat Layla yang cepat berubah. Kemarin mengancam Rianti, sekarang malu menatapnya meskipun memberinya sesuatu. "Maaf sudah membohongimu waktu itu, tapi aku tetap memberitahu yang sebenarnya, 'kan? Kalau aku tidak memberitahumu, kau pasti tidak akan menemukan Rianti. Aku sedikit kecewa dan juga sedih, tapi ini sebagai permintaan maaf. Terimalah!" ujar Layla cuek. Dia memohon tanpa ekspresi. Sava heran. "Kau sakit?" Layla menggeleng cepat. "Aku tau kau belum pulang. Jadi aku menunggumu. Setidaknya minumlah dulu agar aku sedikit lega kalau kau memaafkanku," ucap Rianti. 'Aneh banget! Dia ngomong panjang padahal pertanyaanku sederhana,' pikir Sava. Sava menerima bingkisan itu dan mengambil air mineralnya. "Kalau aku minum apa k

