46. Ancaman Layla

2517 Kata

 Film pilihan Sava justru sangat menbosankan bagi Rianti. Dia hanya memandang tanpa minat. Padahal bukan karena film-nya, tetapi karena dia yang kekenyangan. Semuanya serba tidak seru.   "Ganti aja, Sava!" malas Rianti.  "Nggak mau! Ini lucu, kok!" tolak Sava.  "Pokoknya ganti!" Rianti memaksa.  "Aku nggak mau!" Sava kekeh.  Rianti berdecak mengambil handphone Sava dan mematikan film-nya.   "Eh, kok dimatiin, sih?" Sava mengambil handphone-nya kembali.   "Habisnya nggak asik!" Rianti cuek.  "Apanya yang nggak asik? Kamunya aja yang ngerasa begitu. Gara-gara makan kebanyakan ya, gitu, tuh!" Sava melirik perut Rianti.   "Siapa suruh bikin aku kesel," gumam Rianti.  "Apa? Aku buat kesel kamu apaan?" Sava heran.  "Bukan kamu, tapi Putra! Bisa-bisanya dia ngomong kayak gitu. Padahal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN