Sava segera menghampiri Rianti dan menolongnya. Rianti melepaskan handphone Sava dari gigitannya. "Kamu nggak apa-apa?" tanya Sava. "Nggak apa-apa. Itu Putra bakalan sakit parah nggak? Kasihan juga kena kepala," Rianti menatap Putra miris. "Dia cuma pingsan. Kamu nggak terlalu keras tadi mukulnya. Dahannya berat, ya, sampai jatuh begini?" ejek Sava. Rianti memalingkan wajahnya. "Tanganku gemeteran tau, nggak?" "Hahaha, berani banget mukul dia dari belakang? Itu namanya nggak seimbang!" ujar Sava. Rianti justru kesal dan menyerahkan handphone Sava kasar. Dia berdiri sambil mengibaskan tangannya. "Biarin aja! Seenggaknya aku juga melawan dia. Kita harus keluar dari hutan ini!" Sava ikut berdiri. Dia mendesah panjang membuat Rianti menatapnya. Rianti terbelalak dan menyent

