Toko di tutup sejak Putra sudah pergi. Kini dua orang itu bingung terlebih lagi Paman Rayhan. Bibi Parwati mengajak Paman Rayhan untuk duduk di ruang tamu. Dia menyediakan teh sambil meringis. "Eee, silahkan diminum teh-nya," Bibi Parwati mempersilahkan dengan baik. Paman Rayhan mengangguk tanpa menjawab. Sangat jelas dimatanya jika dia memikirkan semua perkataan Putra. Bibi Parwati berdeham menarik perhatian Paman Rayhan. "Tuan, aku Parwati. Sebelum menikah dengan Sava, Rianti bekerja bersamaku. Apa kau mengenal Rianti? Dari ucapan Putra sepertinya kau terlibat masalah dengan Rianti. Jangan sungkan! Aku di sini sangat terbuka, hehe. Aku bahkan tau tujuan anakmu yang ingin merebut Sava dari Rianti. Jadi santai saja!" ujar Bibi Parwati sok ramah sambil mengibaskan tangannya. Pam

