Sudah setengah jam lamanya Putra mengamati Rianti yang tak kunjung sadar. Debu mengganggu pernapasannya sehingga membuat Putra membawa Rianti keluar dari rumah kosong. Dia berlari jauh lebih jauh dari jalan raya. Semakin jauh dan dingin di tengah malam. Dia sampai di tengah-tengah hutan. Menidurkan Rianti di bawah pohon dan dia bersandar sebentar. "Ini cukup jauh. Kalau Rianti tersesat, pasti hanya akan berputar-putar di hutan ini. Aku bisa dengan mudah menemukannya dan pura-pura membantu dalam kesulitan." gumam Putra meneliti hutan. Kembali menatap Rianti yang belum sadar sadarkan diri. Putra mengerutkan dahi. "Dia biasa aja, tapi ada yang istimewa. Mari kita lihat apa suami payahmu itu bisa menemukanmu!" gumamnya. Putra pergi kembali untuk pulang ke rumah Paman Rayhan. Sudah terl

