42. Penculikan Rianti

2545 Kata

 Perut kenyang, hati tidak tentram. Rianti merasa sedang diawasi. Makan pun jadi sedikit tak berselera. Dia menyenggol Sava dan memberitahu kecurigaannya. Sava segera mengajak Rianti pulang. Sangat cepat melaju di jalan raya. Sampai di rumah, pintunya dikunci.   "Kamu yang bener merasa diawasi seseorang?" tanya Sava membawa Rianti ke kamar.  "Ih, beneran, Sava! Orangnya pakai pakaian serba hitam, dia natap aku diam-diam. Aku jadi ngeri merinding!" keluh Rianti.   Sava tercengang dan segera menutup pintu kamar. Duduk di ranjang serius bertanya. "Kamu jangan bikin aku ikut takut, deh! Tapi kalau emang benar, pasti ada niat jahat. Aku jadi ingat sama ucapan Layla yang lihat orang pakai baju hitam-hitam naruh liontin di depan rumah. Jangan-jangan itu orang yang sama? Maksudnya apa coba?" 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN