Melamun melempar batu ke sungai. Bersama Putra rasanya risih sekaligus tenang. Rasa takut hilang karena beberapa kebenaran yang terungkap. Mereka lupa waktu untuk pulang. Bibi Parwati sempat cemas mencari Layla di toko maupun pasar malam. Paman Rayhan hanya menunggu Putra untuk pulang karena sudah terlalu malam. Permainan apa lagi yang dilakukan para remaja itu. Rianti, Sava, Layla dan Putra. Seakan nasib ada di tangan mereka. "Jadi, apa kau mau bekerja sama?" tanya Putra memecah keheningan. Dia menawarkan kerja sama. Putra akan mendapatkan Rianti dan Layla mendapat Sava. "Memisahkan mereka terlalu cepat itu sangat keji! Kau kejam, aku tidak mau ikut caramu! Bibi Parwati bisa membantuku!" jawab Layla pelan sambil terus melempar batu. "Menolakku sama dengan ancaman bagimu!" taj

