Puas makan di warung bakso mereka pulang. Mandi bergantian dan lanjut rebahan. Rianti menepuk pelan perutnya yang kekenyangan. Sava mengajaknya keluar melihat pasar malam, tetapi Rianti masih malas. Sampai akhirnya Sava bengong di depan Rianti tanpa berkedip, tapi tersenyum, dan tanpa ekspresi. Mebuat Rianti jengah, terpaksa menurut meskipun kesulitan berjalan. Dia terlalu banyak makan bakso. Lama-kelamaan Rianti bisa berjalan dengan tenang. Sangat menikmati angin malam yang dingin. Hanya memakai kaos dan celana longgar, sedangkan Sava memakai jaket kainnya. Layaknya orang pacaran yang berjauhan. Jaraknya dengan Sava hampir satu rentangan tangan meskipun beriringan. Karena Rianti ingin menggerakan tangannya seolah-olah seperti olahraga. Sava maklum karena Rianti kekenyangan. "Udah d

