37. Tegang

2657 Kata

 Mereka berdekatan bersandar kepala ranjang tanpa celah. Lampu kamar dimatikan. Cahaya lapar handphone menerangi wajah mereka. Selimut menutupi kaki dan film yang diputar adalah horor. Rianti yang memilih. Dari tadi Sava terus membuka-tutup matanya karena takut. Dia sampai lemas memegang handphone.   "Aduh, yang lain aja, deh, jangan yang ini! Film anak-anak aja!" pinta Sava memelas.  "Diem, ah! Lagi seru ini bentar lagi hantunya muncul!" Rianti semangat.   Sava meliriknya Rianti diantara celah jarinya. "Emangnya nggak takut? Tadi di rumah hantu juga agak takut gitu, kok!" ejek Sava.  "Itu tadi sekarang enggak," elak Rianti.   Sava mendesah dan ikut melihat film-nya. Belum ada lagi adegan menyeramkan. Justru adegan romantis yang terlihat. Sava kembali melirik Rianti yang tersenyum sim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN