Pagi hari yang sangat ribut di rumah Rianti. Sava yang terlambat bangun. Rianti yang bingung buat sarapan atau bubur dulu. Kamar yang diacak-acak karena panik cari baju. Suara berisik dari dapur dan kamar mandi yang lupa ditutup saat Sava mandi. Semua itu menjadi perkara kecil yang membuat Rianti kesal. Dia bahkan meninggalkan Sava sebelum buburnya matang. Sava tidak punya waktu lagi untuk mengejar Rianti. Dia harus berangkat dan memang sampai di kantor sudah telat. "Ah, nyebelin!" gerutu Rianti melipat tangan di d**a sambil menendang kerikil yang menghalangi jalan. Dia pulang karena berpikir Sava sudah pergi kerja. "Kalau gini jadi malas jualan!" desahnya lalu mencebikkan bibirnya. Menunduk tidak memperhatikan depan sehingga dia menabrak pohon. "Aduh! Siapa yang nanam pohon d

