Rianti mengambil beberapa kerang yang mati. Sava melepaskan kerang itu membuat Rianti mendelik. "Mau diapain keongnya? Biarin aja!" kata Sava. "Kenapa dilepasin, sih? Aku mau megang doang!" kesal Rianti kembali mengambil cangkang kerang. "Lagian ini udah mati!" sambung Rianti menekan kata mati. Sava berdecak dan memiliki kembali duduk menjauh dari sungai. Rianti mengikutinya. "Kerang ini bisa dimasak, loh! Bukan kerang, sih, namanya, tapi siput! Bisa dipanggil keong juga!" jelas Rianti. "Ck, iya tau! Buang sana!" suruh Sava. Rianti mendelik. "Terserah aku dong, mau buang apa enggak!" tolak Rianti. Sava hanya mendesah. Dia hanya tidak mau Rianti terluka karena cangkang keong itu yang sedikit tajam. Memang agak berlebihan, tapi Sava memang berpikir seperti itu. Sudah terlal

