Dua laki-laki berbeda usia itu tengah tertawa renyah seolah-olah melupakan segala beban. Gemerincing kaleng yang berisi batu kerikil ditarik menyambung dengan tali menjadi hiburan. "Hahaha, ini aneh! Rasanya seperti anak kecil!" tawa Putra. "Itu karena kau bahagia, Nak! Lihat, senyummu sangat tampan!" ujar Paman Rayhan menatap Putra yang menarik tali. Putra terkekeh dan melepaskan talinya. "Kenapa burung-burung itu takut dengan bunyi berisik? Aku pikir hanya takut pada orang-orangan sawah," celetuk Putra. "Karena mereka berpikir ada yang menjaga sawahnya. Melihatmu begini aku jadi mengerti kenapa gadis-gadis itu mengejarmu tanpa takut," goda Paman Rayhan. "Paman, berhentilah mengejekku!" pinta Putra sambil menata duduknya lebih nyaman. "Hahaha, baiklah! Coba kulihat apa is

