Semua orang sudah pulang. Rumah Rianti masih menyala terang. Kak Syam dan istrinya tidak mau pulang. Mereka bercengkerama dengan orang tua Sava. Rianti memandang mereka bingung. Sedangkan Sava memandanginya bingung. "Berhenti menatapku!" desis Rianti dengan bibir cemberut. "Apa?" elak Sava. Rianti berdecak. "Kakak, Kakak ipar, kalian mau nginep di sini juga?" tanya Rianti polos. Mereka mengangguk. "Terus rumah kalian siapa yang jaga?" tanyanya lagi. "Buat apa jaga rumah? Nggak bakalan ada yang maling!" jawab kak Syam. "Terus, mau tidur dimana?" tanya Rianti lagi. Mereka saling pandang. "Rianti... Kamu nggak mau kita disini, ya?" tanya kak Syam giliran. Rianti segera menggeleng sambil menyilangkan tangannya. "Bukan, bukan begitu! Aku cuma bingung aja lihat kalian!" juj

