32. Malam Damai

2746 Kata

 Papanya Sava, Kak Syam beserta istrinya, dan juga Sava tengah berkumpul di ruang tamu membiarkan Rianti istirahat. Dokter bilang Rianti kelelahan menangis dan tidak tidur semalaman di tambah syok. Sava memegang kepalanya pusing dan juga lelah. Dia bisa lebih tenang dibandingkan Rianti.  Semua pasang mata saling pandang dan menghela napas panjang. Persiapan pengajian nanti malam disiapkan oleh Mamanya Sava dan istrinya kak Syam.   "Kalian tidak tidur tadi malam? Apa sudah merasa akan kabar duka?" tanya ka Syam memandang meja.   Sava mendesah panjang. "Kami nggak bisa tidur, Kak. Rianti meracau aneh-aneh. Seketika bayangan gelap menghampiri kami. Itu rasanya air mata ingin terus mengalir. Lalu, pagi datang dan ayah kambuh. Kami panggil dokter dan dokter bilang... Ayah sudah tiada. Aku da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN