31. Kematian Ayah Rianti

2544 Kata

 Wajah putih bersih nampak sangat polos tertidur di kursi kayu. Handphone-nya terjatuh tanpa sengaja. Entah sejak kapan dia tertidur. Lelah memikirkan dirinya sendiri dengan misi terakhirnya. Angin menyapu kencang desa itu di pagi hari. Hawanya sangat sejuk sampai tidak membangunkan pemuda itu.   Tampannya tak terlihat seperti seorang pangeran yang terkurung di gubuk tua. Huru-hara di desa karena sempat heboh polisi datang untuk mencari buronan. Mereka bergosip membuat ayahnya Layla penasaran. Dia heran karena ada buronan dan polisi curiga pada desanya. Seketika berpikir jika hal itu berkaitan dengan anaknya. Namanya ayah pasti selalu mengkhawatirkan anaknya.   Dia tergerak untuk menuju rumah kosong tempatnya menyekap orang tua Sava sebulan yang lalu. Berjalan lunglai, sesekali menyapa w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN