Sava sadar meskipun tak berdaya. Dia berusaha sekuat mungkin untuk bangkit. Justru membuat dirinya semakin sakit. Napasnya terengah setelah mencoba beberapa kali "Harusnya sangat mudah! Karena suntikan itu... Aku... Lemah!" desis Sava sambil menarik tangannya lagi. Kulitnya mengelupas. Sava mendesis sedikit sakit. Dia menunduk tiada tenaga. Tidak ada rasa haus dan lapar yang dia rasakan karena memikirkan Rianti. Dia tau jika semalam hujan lebat. Pikirannya melayang pada keadaan Rianti. Mengingat perkataan Putra yang mengatakan jika Rianti datang dan memarahinya, pikir Sava kalau Rianti mencarinya dan tidak pulang sehingga kehujanan. "Mungkin Rianti kehujanan. Dia gimana? Sshhh, sial!" decak Sava merasa tak berguna. Perlahan tubuhnya bergetar. Seakan menangis karena gagal menja

