Rianti berlari menuju halte dengan perasaan campur aduk. Semua orang bersiap untuk mencari tempat berteduh. Hujan deras mengguyur bersamaan gemuruh yang semakin menjadi. Rianti kehujanan basah kuyup. Dia tidak berhasil sampai ke halte. Ada tukang ojek yang ingin berteduh, Rianti menahannya. "Pak, Pak, Pak! Bisa antarkan saya nggak, Pak? Saya bayar lebih, deh!" pinta Rianti dengan menahan dingin. "Aduh, maaf, Mbak! Hujannya deras banget! Saya nggak mau bikin mbak celaka nanti!" tolak tulang ojek dan pergi. Rianti ingin mencegahnya, tetapi orang itu sudah duluan pergi. Rianti celingukan mencari tumpangan. Tidak ada kendaraan yang ingin berhenti, Rianti memilikinya kembali berlari menuju halte. Dia ingin segera menemui pak satpam meminta kejelasan. "Aaa!" pekik Rianti sambil menu

