3

1381 Kata
Setelah sekian lama mereka berpisah akhirnya takdir akan mempertemukan mereka kembali. Ade dan Putri berjalan menuju ruangan mereka, Putri selalu memperhatikan Ade apapun yg ia lakukan. namun Ade yg memang hanya mencintai Anisa, menganggap Putri hanya sebatas teman dan adiknya. "skripsi kamu udah selesai De" bertanya kepada Ade yg berjalan di sebelahnya. " sudah, punya lo gmana"bertanya balik. " hufftt.., kamu itu emang cowo yg paling best yg aku kenal, cepet banget kamu siapin."memuji Ade sambil mengacungkan jempol tanganya " aku belum selesai nih, pusing masih banyak banget tugas,"Putri menghela nafas."bantuin" katanya dengan nada manja, memohon kepada Ade. mereka berdua memang sangat akrab. hanya Putri lah wanita yg bisa dekat dan seakrab itu dengan Ade slama ini. walaupun putri tahu Ade mengangap ia sebagai adik dan sahabatnya, tapi Putri tak peduli dan berharap suatu hari nanti mungkin Ade akan menerima cintanya. ditengah langkah mereka berdua, Ade terhenti setelah melihat sosok yg tak asing lagi di matanya. Ade melihat Anisa yg juga sedang berjalan menuju ruangannya langkah mereka terhenti setelah melihat satu sama lain, jantung Anisa tiba tiba berdepar, ada sebuah perasaan hangat di hatinya setelah melihat wajah Ade kembali, Ade menatap kearah Anisa, dalam hatinya ingin sekali mendekap dan memeluk Anisa dengan erat, meleoaskan semua kerinduan yang di rasakanya selama ini. hanya terpaku dan sling menatap tapi tak berani dan tak mampu untuk menyapa. hanya berjalan berpapasan menuju kearah masing masing ,seakan tidak memperdulikan. *** terdiam dalam lamuna mengingat pertemuan tadi dengan Ade. Anisa merasa sangat ingin kembali dalam pelukan Ade dan kali ini ia tak akan pernah melepaskanya. namun itu hanya hayalan dalam lamunanya. "hey.. lo kenapa Nis, kok melamun"menyentuh pundak Anisa. mendengar ucapan Nurul, Anisa tersentak dalam lamunanya" gak papa" " ternyata belum banyak yg berubah" Anisa berbicara dengan tatapan kosong " siapa" mengerutkan dahi Nurul keheranan kembali tersadar Anisa dari lamunanya" ehh. bukan, bukan siapa siapa" Anisa tidak pernah menyangka pertemuannya kembali dengan Ade telah di tuliskan oleh takdir. ia tak menyangka bahwa kepindahanya kembali ke Bandung akan menempatkan mereka kembali dalam satu kampus. Anisa sedang berada di perpustakaan, mencari cari buku di dalam rak, tampa memperhatikan jalanya bruk... "aww..." Anisa memegang dahinya yg sakit karna baru saja menabrak seseorang "Sorry, gak sengaja" "iya gak papa"jawabnya Anisa terkejut dan diam seketika melihat wajah orang yg ia tabrak barusan. "k..kk..kamu?" dengan gugup Anisa menujuk ke arahnya. "Sorry ya" Ade mengambil buku yg terjatuh dari tangan Anisa dan memberikanya kepada Anisa, kemudian Ade berjalan pergi meninggalkanya. hati ingin menyapa dan bertanya kabar keadaanya namun Anisa masih ragu dan terlalu malu. Ade pergi berlalu begitu saja. sikapnya yg dingin kepada Anisa sangat bertentangan dengan isi hatinya.Anisa hanya terpaku nenatap kearah Ade yg meninggalkanya pergi begitu saja. sedikit senyum kemenangan di wajah Putri yang memperhatikan kejadian itu dari jauh. berfikir bahwa Ade mungkin sudah benar benar bisa move on dari Anisa "Nis, lo nglamuni apaan?"kejut Nurul menepuk bahu Anisa, seketika Anisa tersentak dan mengelus dadanya karna terkejut."enghh, gak papa" nada suaranya sedikit tertahan. "ada masalah lo Nis?" Anisa menggelengkan kepala"enggak" menghela nafas berat. " lo kalo ada msalah cerita dong, kaya sama siapa aja,"Nurul mengelus punggung Anisa. menghela nafas panjang "Nur, gue ketemu Ade barusan" "emm." Nurul menautkan kedua alisnya "kenapa sama si Ade?" tanya Nurul lagi. "engg.." sedikit ragu untuk bertanya "Apa dia sekrang udah punya pacar?" "heng" bingung dengan pertanyaan Anisa. "ya, setahu gue slama dia putus sama lo waktu SMA dulu dia gak pernah deket sama cewek lain sih.." Nurul mengatakan yang ia ketahui. Anisa terdiam sejenak berfikir apakah Ade masih menunggunya. **** "Ade lo di panggil keruangan Rektor" ucap Irza menyengol bahu Ade yg sedang membaca sebuah buku. "iya gue kesana."sambil mengemasi buku dan memasukanya kedalam tas. bergegas berjalan menuju ke ruangan Rektor, " haii.. De, kamu mau kemana" sapaan Putri menghentikan langkahnya. " gue mau keruangan Rektor" Putri berjalan mendekati Ade " kenapa?, ada masalah?" tanya Putri dengan wajah penasaran. " entah gue juga belum tau, gue harap sih gak ada apa apa Put." "aku baru mau ajakin kamu ke kantin bareng"ajak Putri " gue gak bisa kyanya, lo duluan aja Put..natar gue susul" Ade malanjutkan langkahnya kembali. "Ade Hendra, saya sangat bangga dengan kamu, nilai kamu selama beberapa smester ini sangat memuaskan, saya sangat bangga sama kamu"pak Gunawan tersenyum bangga menatap Ade " iya pak!, trimakasih." Ade membungkukan badanya memberi hormat " ini juga berkat bapak yang memberi saya kesempatan kepada saya pak," " hemm, jika Ayah dan ibu kamu masih ada pasti dia bangga sekali sama kamu," raut wajah pak Gunawan berubah sedih ketika nengingat orang tua Ade yang ayahnya adalah sahabat pak Gunawan dulu. "iya pak, saya sangat berterimakasih sama bapak." jawab Ade yg juga jadi teringat oleh kedua orang tuanya " kalau kamu ingin melanjutkan pendidikan kamu lebih jauh lagi, saya siap untuk mendukung kamu Ade" sambil menepuk bahu Ade. "trimakasih pak" kembali memberi hormatnya kepada pak Gunawan. "baik lah, kamu boleh pergi!." Ade hanya ngangguk pelan dan pergi keluar dari ruangan Rektor. "Yusuf, kamu pasti bangga dengan anak mu" pak Gunawan berkata sambil menatap fotonya dengan sahabatnya. **** "Nis lo mau pesen apa"Nurul bertanaya. " mie ayam bakso sama esteh aja Nur." " lo Sit, mau pesen apa, kaliini gue yg traktir lah."kata Nurul dengan sumringah "eh ada angin apa lo tiba tiba baika gini?" Siti mengerutkan kening keheranan " lo lagi ketiban durian runtuk Nur?" lanjut Siti. Nurul tersenyum sumringah "tadi malem gue jadian sama Aldo,!" bisiknya pelan kepada dua sahabatnya seketika mereka berdua melongo membulatkan mata mendengarkannya, lalu tersenyum bahagia mendengar berita itu. " cie.. cie.. yg udah gak jomblo" ejek Siti sambil tertawa. Anisa pun ikut tertawa melihatnya. mereka bertiga tertawa bahagia. "bentar gue mau pesenin dulu"menghentikan tawanya Nurul berjalan ke arah buk kantin. sreett.. Ade menggeser kursi meja di kantin " hii udah lama nunggu Put." duduk di kursi di hadapan Putri. Putri tersenyum sumringah melihat Ade yg duduk di depanya." belum lama kok" " kamu mau pesen apa De?" "mie goreng basah telur stengah matang sama orange jus kan" bertanya dan menjawab pertanyaanya sendiri seakan ia tahu kebiasaan Ade, agar terlihat sangat akrab dengan Ade, itu sengaja ia lakukan mengingat Anisa juga berada di meja yg tidak jauh dari mereka duduk. karna Putri tahu bahwa Ade benar benar masih menunggu Anisa di hatinya. Anisa yg melihat itu segera memalingkan pandanganya kearah lain. *** Anisa berjalan masuk kedalam kamarnya menghela nafas dan merebahkan tubuhnya di atas kasur " huffftt" hembusan nafas Anisa yg kesal mengingat yg ia saksikan di kantin kampus, terlebih lagi sikap Ade yg dingin ketika bertemu di perpustakaan pagi tadi. "apa iya aku masih mengharapkanmu" bertanya pada bayanganya Anisa duduk dan merogo hape yg ada di dalam tasnya mencari cari kontak seseorang yg ingin dia hubungi, setelah menemukanya ia terhenti dan kembali mengurungkan niatnya, ia berniat menghubungi Ade kala itu, namun ada sedikit rasa ragu di hatinya, takut kalau Ade tak akan membalasnya. " makasih ya De, udah nganterin gue ke rumah" senyum Putri setelah turun dari motor matik Ade "iya sama sama, gue balik dulu ya." menghidupkan mesin motor dan berjalan perlahan meninggalkan Putri. Putri melambai dan tersenyum berbalik arah dan masuk kedalam gerbang rumahnya. berjalan memasuki pintu rumah sambil senyum senyum sendiri. " eh.. anak mami udah pulang" tegur mami Sarah ibu kandung Putri " kok senyum senyum sendiri gitu, kamu kesambet ya?" ejek Sarah ke anaknya "aahh mami"Putri tersipu malu menutup wajahnya dengan tangan karna ketahuan oleh Sarah. "itu tadi siapa?" tanya Sarah mengintrogasi. " temen mi" Putri duduk di sebelah mainya "temen apa demen.." ejek Sarah lagi "temen mi, temen kuliah," mengerucutkan mulutnya karna terus di ejek oleh Sarah. Ade sampai di depan rumahnya memarkirkan motor di teras samping, masuk berjalan kedalam kamar meletakan tas yg ia pakai mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. ia mengingat pertemuanya kembali dengan Anisa. di bawah siraman air shower yg membasahi tubuhnya lalu memejamkan matanya. hatinya sedikit terobati dari rasa rindu yg telah ia rasakan slama ini. ingin sekali saat bertemu di lorong kampus tadi menyapanya, dan di perpustakaan untuk menanyakan keadaanya apakah Anisa baik baik saja. namun semua tertahan oleh keraguan di dalam hatinya." hufftt" mengembuskan nafas lalu mematikan shower yg menyirami tubuhnya , berdiri terpaku sejenak. kemudian meraih handuk dan melingkarkan di pingganya. keluar dari kamar mandi mencari baju untuk di kenakanya, lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur menatap plafon kamarnya. "hufffttt" menghela nafas, pikrianya masih mengingat wajah Anisa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN