54. Petaka Obat

1517 Kata

Santika yang terkejut kali ini mendadak panik. Ia tidak menyangka jika rivalnya itu masuk ke dalam rumah. Apa sebutan yang pantas untuk Mirna? Maling? Tidak, bukan begitu, tidak ada barang Santika yang hilang saat Mirna masuk. "Biasa aja wajahnya, jangan sampai keriputnya merambah hingga leher." Mirna menghina Santika tanpa wajah dosa sama sekali. "Aku tahu, kamu memasukkan sesuatu ke dalam minuman Sashi. Ingat, Pak Sultan sudah tahu," ancam Mirna sambil tertawa dengan labar. Lucu sekali pemandangan wajah Santika yang terkejut kemudian ketakutan. Menggemaskan ala-ala barbie boneka Chukki. Sayang, tidak ada orang lain yang menyaksikan kelucuan wajah Santika saat ini. Embusan napas kasar terdengar keluar dari mulut Santika. "Anda menuduh saya?" Santika berusaha tidak panik saat menghada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN