91. Terharu

1043 Kata

"I-iya." Panggilan itu langsung diputus sepihak oleh Aditya. Rasanya mustahil jika Sashi bercanda sehebat ini. Sashi bukan tipe wanita yang suka mengerjai orang lain. Perasaan Aditya mendadak tisak enak saat ini. Pukul 10.18 WIB, Aditya baru saja sampai di rumah. Ia melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Pikiran dan hatinya sangat kacau saat ini. Rumah kontrakan memang tampak masih terang. Ada tamu yang sama sekali tidak pernah disangka oleh Aditya. "Itu Mas Adit sudah pulang," kata Sashi sambil menunjuk ke arah mobil Aditya yang baru saja terparkir di depan rumah kontrakan ini. Aditya pun segera turun dari mobil. Rasa penasaran luar biasa membuatnya lupa membawa tas kerjanya. Aditya pun masuk dan melihat siapa yang datang bertamu. Mata ayah dan anak itu pun bersiborok. Aditya tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN