"Sash, emang boleh sedekat itu sama Pak Irawan?" goda salah satu karyawati yang memang mengidolakan Irawan. Sashi menggeleng pelan karena tahu arah dan tujuan pembicaraan itu. Tidak dekat seperti yang mereka bayangkan. Andai mereka tahu siapa Sashi yang sebenarnya, pasti mereka tidak akan berani menggodanya. Sashi menekan dalam-dalam egonya agar bisa berbaur dengan semua pegawainya itu. Ia ingin tahu bagaimana karakter setiap orang. "Paling urusan nota ini. Kemarin nggak ingat saat kasus Ratri? Dia yang korupsi banyak banget loh. Makanya sekarang selalu dicek sama Pak Bos," kata Sashi dengan santai. "Dicek? Tapi emang banyak banget yang diambil sama Ratri?" Mereka justru penasaran dengan apa yang dikatakan Sashi. "Aku nggak tahu seberapa banyak, tapi kalo setiap saat dicek, ya, pastiny

