Kedatangan Mita dan suaminya membuat semua pasang mata menatap ke arah mereka berdua. Mita sadar jika tatapan Sultan kini penuh kebencian. Satu hal, Mita tidak ikut campur dalam masalah ini semua. Ia bisa membedakan mana yang salah dan benar. "Sebenarnya kami datang untuk mengucapkan bela sungkawa. Tapi, Mbak di bawah mengatakan jika ada salah paham. Bukan Arusha yang jadi korban. Kami ikut turut senang," kata Mita dengan tulus. "Terima kasih. Jika tidak ada keperluan lagi, mohon tinggalkan kamar ini." Sultan mengusir halus tamu yang baru saja datang. Mita dan sang suami sadar jika mereka tidak akan percaya lagi pada anggota keluarga Suriyana. Apa yang dilakukan mereka memang sudah di luar batas. Mata Sultan menunjukkan kebencian yang sangat mendalam. Sementara itu, Agung kali ini men

