Aditya mengembuskan napas kasar saat melihat Tami. Entah apa yang dilakukan sang adik bungsu di tempat seperti ini. Tami kali ini memakai seragam sebuah restoran di salah satu mal. Sashi tahu tentang restoran itu. "Jadi, liat kalian rukun setelah keluar dari neraka itu aku ikut senang," Tami tersenyum lebar saat ini. "Kamu apa kabar?" tanya Sashi sedikit prihatin dengan keadaan adik iparnya itu. Tami kali ini terlihat sangat kurus dan kulit wajahnya sedikit kusam. Sashi tidak tahu di mana adik Aditya itu tinggal. Mereka tidak dekat antara satu dengan lainnya. Sashi tidak suka dengan cara Tami yang lebih sering hanya memanfaatkan orang lain saja. "Ya, jauh lebih baik saat ini. Aku kerja juga kuliah." Tami tampak senang menjelaskan bagaimana keadaan dirinya saat ini. Sashi tercengang m

