"Ba-baiklah, saya setuju?" Sashi tidak mengira jika hasil gambarnya akan dibuat dan dihargai sangat tinggi. Pantas saja pabrik perhiasan di Cina berkembang sangat pesat. Mereka menjual dengan harga yang murah. Sashi kali ini seperti mendapatkan ganti rugi yang luar biasa besar. Wajah Sashi kini tampak bahagia. Senyum tak pernah hilang dari wajahnya. Aditya heran melihat sang istri moodnya gampang sekali berubah. Sashi bukan tipe wanita yang suka berselingkuh. Mustahil jika mendapatkan panggilan dari laki-laki lain. "Sash, kita selesaikan masalah kita dulu," kata Aditya mencoba kembali membuka obrolan pada sang istri. "Masalah? Aku tidak merasa punya masalah. Kalo kamu yang punya masalah, jadi selesaikan saja sampai dapat solusi dari masalah kamu," kata Sashi dengan enteng. Sashi lan

