104. Surat Perjanjian

1032 Kata

"Maaf, saya pikir tidak ada orang lain lagi di sini." Malik tampak terkejut saat melihat kedekatan Vania dan Aditya saat ini. Aditya berdiri menyambut pemilik Cahaya Properti ini. Vania langsung menjauh dari Aditya. Ia tidak mau jika atasan sang papa curiga padanya. Malik tak akan segan memecat semua orang yang berselingkuh. "Maaf, Pak. Saya akan segera pulang," kata Aditya merasa tidak enak hati saat ini. "Kalian lembur sampai jam segini?" tanya Malik tidak percaya ada pegawai yang sangat rajin. "Oh, ya, Pak. Saya hanya ingin tahu apa yang dikerjakan Pak Aditya. Saya masih magang," jawab Vania dengan sangat lancar berbohong. Malik tampak percaya pada Vania. Ia tahu Vania anak dari Hima. Menariknya, Hima tidak langsung menerima Vania di kantor ini. Vania sama dengan yang lainnya, masi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN