Pestamu Dukaku

1647 Kata

** "Nggak nyangka kita akan segera menikah. Kamu udah siap jadi istriku?" Pemuda berkemeja putih dengan kerah atas terbuka itu duduk menopang dagu di depan kekasihnya. Puspita Aggreani. Pipi gadis itu tampak bersemu merah, dia tersipu malu. "Kok diem aja?" Dito mencoba bertanya lagi. "Kenapa nanya segala? Pastinya aku siap." Setelah mencoba relaks susah payah, akhirnya Rea bisa juga menjawab. Dito tersenyum, dia menggenggam jemari Rea. Makan malam di restoran seafood seperti ini menjadi jadwal yang sering mereka lakukan setelah prosesi lamaran seminggu yang lalu. Kedua belah keluarga telah bertemu, membicarakan tanggal dan hari baik untuk pernikahan Dito dan Rea. Kabar bahagia itu tak pernah absen untuk Rea bagi kepada Dimas. Sebagai seorang sahabat yang baik, Dimas mendukung b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN