** Sebuah tragedi yang sangat memilukan sekaligus memalukan. Tak akan pernah terlupakan seumur hidup Rea. Andai sejak awal dia tidak bermain hati dengan Dito, mungkin semua itu tak akan terjadi. Dia tak akan terluka untuk kedua kalinya. Bahkan, kali ini jauh lebih sakit. Seandainya saat itu Rea benar-benar membatasi diri, maka semua ini tak akan terjadi. Ketika hatinya kembali terpaut, Dito menikamnya dalam-dalam. Rea sangat terpukul, tak mengerti lagi harus menjelaskan bagaimana pada kedua orang tuanya. Semua ini tak mudah baginya. Hari demi hari dilewati Rea penuh kabut. Tak mudah. Sangat mudah. Berkali-kali dia mencoba bangkit, tetapi malu rasanya. Pernikahan yang dia gadang-gadang pupus sudah. Malam ini, Rea duduk di rooftop dengan kaki menggelantung. Tatapannya kosong. Tak pernah

