* Pagi ini, Rea bangun terlambat lagi. Bahkan, lebih terlambat dari sebelum-sebelumnya. Dasar kebo! Mama Rossa sudah mengetuk pintu kamarnya sejak Subuh, tapi gadis itu sama sekali tak terusik. Bahkan, Mama Rossa mengomel saja sejak tadi, dan Satya yang menjadi sasarannya. "Yungalah! Punya anak perempuan satu aja kok susahnya kalo dibangunin. Kalo Dito ke sini, mau Mama suruh cepet-cepet ngawinin tu anak," celoteh Mama Rossa sambil menyiapkan sarapan. "Memangnya kawin semudah itu ya, Ma?" tanya Satya. "Eeeeh, kamu itu. Ndak usah tanya macem-macem. Sana, bangunin Kakakmu sana!" Lirikan Mama Rossa membuat Satya bergidik. "Aku lagi deh yang kena," keluh bocah ini. Satya tak menjawab lagi. Dia manut saja apa yang dikatakan sang mama. Hal itu yang disukai Mama Rossa, berbeda dengan Rea

