* Dimas melihat wajah Rea terlihat glowing dan basah, apalagi area dahi. Pemuda itu berinisiatif membawakannya tisu, dan sebotol air mineral yang tadi dia bawa saat pergi ke minimarket. Kebetulan air di studio habis, dan tukang galonnya belum sempat mengantar. "Capek, ya?" tanya Dimas setelah berada di dekat Rea. "Dikit, sih," jawab gadis itu santai. Dia melepas kamera yang menggantung di lehernya, meletakkannya di meja putih. "Nih, buat lo." Dimas menyodorkan minuman. Rea menerimanya. "Thanks," katanya. Rea meneguk minuman tersebut hingga habis setengah botol. "Haus banget, ya?" tanya Dimas diselingi kekehan. "Capek juga motret endors-an kek gini, mana banyak maunya lagi," keluh Rea, dia mengelap keringat di dahi. Dimas menyodorkan tisu. "Telat," dengkus Rea sambil meraih tisu

