** Sejak bertemu Dito waktu itu, Dimas menjadi sering melamun. Entah apa yang ada dalam benaknya kini, yang pasti dia merasa tak tega pada Dito. Banyak pikiran-pikiran dan sesuatu yang menjadi beban Dimas. Ini bukan hanya soal perasaan Rea, tetapi perasaan banyak orang, termasuk dirinya sendiri. Awalnya, Dimas mendukung Rea untuk melupakan Dito. Akan tetapi, setelah melihat sendiri dan tahu fakta di balik pengkhianatan Dito, Dimas mulai paham. "Gue nggak mau dia sakit lebih dalam kalau sampai gue ninggalin dia lagi. Selamanya. Gue bakal nyesel." Kalimat itu terus terngiang di telinga Dimas. Dia tak tahu harus diam saja, atau menceritakannya ke Rea. Kalau diam, ini akan menjadi hal termenyakitkan bagi Rea. Namun, apabila dia jujur, dia akan kehilangan Rea, dan kesempatan untuk bisa me

