"Sekali-kali main ke pondok Kyai Ma'arif. Biar rindu mereka terobati. Ceramah milenial ala-ala anak muda zaman sekarang, cuma Mas Dimas yang bisa bawa." "Ceramah? Ceramah apaan? Siapa yang mau ngisi ceramah?" Pertanyaan itu membuatku menoleh seketika. Rea? Aku kaget bukan main. Mungkinkah dia mendengar semua pembicaraanku dengan Ustazah Ira? Ya Allah, aku harus bagaimana ini? Aku nggak mungkin cerita ke Rea untuk saat ini. Aku belum siap dengan semua itu. Aku juga nggak mau dia segan atau canggung bergaul denganku. Dia belum tahu siapa aku ini. Memang aku bukan siapa-siapa, tetapi latar belakangku belum diketahui Rea. "Ustazah Ira ini selain pemilik panti, beliau juga sering mengisi ceramah di mana-mana. Iya, kan, Ustazah?" Aku berharap Ustazah Ira mengerti dengan kode yang aku berik

