Dimas POV Bagi sebagian orang, melupakan adalah sebuah perkara mudah. Namun, hal itu tak berlaku bagi Puspita Anggreani. Dia sahabatku, juga salah satu pegawai di studio fotoku. Pertemanan kami cukup lama. Kami biasa curhat atau cerita tentang apa saja. Bagi kami, mengisi kesenggangan di studio dengan bercanda itu hal menyenangkan. Apalagi ketika saling mengolok, kami paling kencang tertawanya. Puspita Anggreani. Nama yang sederhana. Dia selalu mengamuk ketika aku panggil Pus, karena maunya dia dipanggil Rea. Entah, aku suka saja memanggilnya dengan sebutan Pus. Namun, bukan itu yang ingin aku bahas. Nama sederhana itu adalah nama yang selalu kusematkan dalam doa di sepertiga malamku. Beni benar soal prasangkanya terhadap perasaanku waktu itu. Dia satu-satunya teman yang aku mintai pe

