Tak Terduga

1376 Kata

"Mau ke mana, sih?" "Nggak mungkin ke KUA, 'kan?" jawab Dimas yang malah balik bertanya. Rea mencebik mendengarnya. Dito langsung menancap gas tanpa memedulikan kekesalan gadis di sebelahnya. "Aku serius, Dit." "Aku juga serius. Memangnya aku kelihatan bercanda?" Dito menoleh sebentar, lalu kembali fokus ke depan. "Terserah," ketus Rea. "Nggak usah ngambek gitu, nanti cepet keriput." "Nggak lucu!" Rea masih saja ketus. "Aku juga nggak lagi ngelucu, 'kan?" "Sumpah, kamu itu ngeselin banget. Nggak pernah berubah dari dulu." Rea menatap tajam ke Dito. "Kamu masih hafal aku?" Entah, pertanyaan itu terdengar sombong di telinga Rea. Gadis itu menyesali apa yang baru saja keluar dari mulutnya. "Nggak usah GR. Lima tahun itu nggak lama. Jadi, aku nggak mungkin lupa. Apalagi kita t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN