Melihat ponselnya berdering berulang kali, Dimas sempat gusar. Pasti Dito mau menanyakan soal Rea. Pemuda ini menengok jam, baru pukul sembilan malam. Dalam kegusarannya, Dimas lalu mengambil kunci mobil. Dia tak bisa menelepon Dito untuk membicarakan Rea. Itulah sebabnya Dimas memutuskan untuk pergi ke rumah sakit saja. Tak butuh waktu lama, akhirnya Dimas sampai juga di rumah sakit. Gegas dia menuju kamar Dito. Akan tetapi, di lorong itu terasa sepi. Dimas menggeleng samar, dia langsung ke ruangan Dito saja. Saat pintu terbuka, Dimas kaget. Ruangan itu tak berpenghuni. Bahkan, terasa begitu senyap. 'Ke mana Dito?' pikir Dimas. Pemuda ini mencoba menghubungi nomor Dito, tetapi tak ada jawaban sama sekali. Tentu saja hal itu membuat rasa cemas pada diri Dimas meningkat. Pemuda itu ba

