Dany terbangun karena perutnya berdemo minta di isi. Dari sarapan pagi sampai malam gini, dany adem ayem tidur di kamar tanpa keluar. Dany melirik jam yang ada di atas nakas. Waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Dany turun dari ranjang, menyambar kaos oblong berwarna putih yang ada di sisi ranjang dan memakainya sambil berjalan keluar menuju dapur. Dany menyipitkan matanya dan menguceknya beberapa kali. "Apa gue ngimpi yah?"pikir dany saat melihat el sedang mengambil minum. Dany terus berjalan semakin dekat karena dany pikir cuma halusinasi. "Apa kabar?"sapa el saat dany lewat. Deg..... "What the hell....."batin dany mengumpat karena ternyata asli, tengah malam gini. Untung dany stay cool masang tampang dingin. Jadi gak ketara banget kalau tadi kaget. "Maafin gue."uca

