Meski dany tidak tau menau lagi tentang el, Dany masih saja selalu berharap bisa bertemu el lagi. Hati Dany masih untuk el. Meski jarak dan waktu memisahkan semua masih sama. Tidak ada rasa yang berkurang sedikit pun, justru semakin hari semakin besar rasa cinta dany ke El. "Sudah tiga tahun, apa kamu gak berniat mencarinya?"tanya papah david sambil menuangkan wine rose kesukaannya. "Dany hanya ingin menepati janji pah."jawab dany melepaskan kancing paling atas kemejanya dan menekuk lengannya sampai siku. "Good boy."papah david bangga dengan anaknya. "Pah, kantor cabang kita yang ada di Paris katanya sedang kisruh."ucap dany ikut menuangkan wine rose ke gelasnya. Sungguh papah dan anak ini sangat kompak dan dekat seperti seorang sahabat. Membuat dany nyaman bersama papahnya. "Ya p

