6. Patah Hati

1734 Kata
Dany tidak mengiyakan atau menolak permintaan el. Tapi sungguh hati dany seolah hancur dan rasanya begitu sakit. "Apakah ini namanya patah hati?"Dany bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa patah hati, cinta saja belum di mulai.... Dany belakangan ini jadi murung dan hanya mengurung diri di kamar. Papah david sedang menjalani meeting untuk kerja sama di luar negeri dan mendapat laporan dari sam tentang keadaan dany pun memutuskan untuk pulang cepat. "Sam apa yang sebenarnya terjadi?"tanya papah david meletakkan tasnya dan melangkah cepat menuju kamar dany. "Saya juga gak tau tuan."Jawab Sam. Papah david langsung masuk ke kamar dany dan melihat dany sedang melamun di depan kaca yang memperlihatkan pemandangan luar dan sebotol bir di tangannya. "Apa yang terjadi sayang?"tanya papah david duduk di samping dany. Dany melihat ke arah papahnya dan langsung memeluknya erat. "Sayang ada apa?"papah david sungguh khawatir. "Tidak ada apa-apa pah, Dany hanya merindukan papah."bohong dany. "Kamu gak bisa bohong sayang."ucap papah david yang hafal betul dengan anaknya. "Tidak pah, Dany memang merindukan papah."balas dany cepat. Papah david mencoba percaya pada ucapan anak semata wayangnya itu. "Ehmm....apa saya mengganggu?"tanya om aidan yang sudah berdiri di ambang pintu. "Tidak masuk saja."balas papah david. "Saya denger dany sakit, jadi saya ke sini."ucap om aidan. "Dany sehat kok."balas dany. "Tapi kamu tidak keluar beberapa hari ini."ujar om aidan. "Dany hanya sedang malas saja."kilah dany dan berusaha merubah expresi wajahnya tersenyum seolah baik-baik saja. "Tapi om tidak yakin. Sepertinya kamu menyimpan sesuatu dari kami."om aidan duduk di hadapan dany. "Jika dany katakan, apa papah akan setuju?"tanya dany. "Memangnya apa yang kamu mau sayang?"tanya papah david penuh kasih sayang mengusap rambut dany. "Dany ingin papah bersama tante el."ucap dany. Permintaan El ringan tapi kenapa hati dany terasa berat. Mendengar ucapan putranya tentu saja papah david tercengang. "Pah dany mohon."pinta dany. "David kasihan dany, tidak ada salahnya kan, untuk membuka hati kembali demi kebahagiaan anak kamu."ucap om aidan. "Papah gak bisa sayang, bukanya kamu menyukainya?"tanya papah david. "Tidak pah, Dany nyaman sama tante el dan ingin tante el jadi mamahnya dany."lirih dany. "Lebih baik coba dulu, pendekatan dengan el. Saya lihat El tidak terlalu buruk."ujar aidan. "Baiklah demi kamu sayang."papah david mencium kening dany. "Terima kasih pah."Dany memaksakan diri untuk tersenyum walaupun dalam hati menangis. Rasanya sangat sakit, Dany baru pertama kali merasakan seperti ini. "Tapi papah gak janji bisa mencintainya. Semua papah lakukan cuma demi kamu saja. Tidak lebih."tegas papah david. Dany mengangguk mengerti. Om aidan pun tersenyum, akhirnya david mau mencoba sekali lagi. El entah mengapa tidak melihat dany beberapa hari ini, merasa ada yang kurang. "Loe kok jadi sering ngalamun sih?"tanya mayang. "Gak papa."balas el. Mata el tertuju pada dany yang baru datang bersama papahnya. "Itu pangeran impian loe."ucap mayang. "Apaan sih."El masih gemetar melihat wajah dany. El semakin gemetar saat dany dan papahnya berhenti di depan el dan mayang. "Maaf nanti malam apakah ada waktu?"tanya papah david kepada el. El melihat ke arah dany namun dany memalingkan wajahnya. "Ada."Jawab el gugup. "Nanti kita makan malam, saya jemput jam tujuh."ucap papah david sambil berlalu pergi dan di ikuti oleh dany di belakangnya. "El coba cubit gue....gue lagi gak mimpi kan?"ujar mayang tak percaya. "Lebay."balas el yang sebenarnya sama seperti mayang merasa tak percaya. Harusnya el senang akhirnya bisa terwujud dekat dengan tuan david tapi entah kenapa melihat sikap dany yang dingin, membuat el sedih. "Ini gila El, akhirnya loe berhasil."ucap mayang antusias. "Gue ke toilet dulu."balas el segera pergi. Saat menuju toilet, El melihat dany sedang merokok dan bersandar di bangku taman sambil memejamkan matanya. "Bocah loe yang bujuk papah loe buat deket sama gue."tanya el. Dany membuka matanya dan melihat ke arah el. "Harusnya loe minta tanggung jawab sama gue, kenapa malah papah gue."ucap dany. "Karena gue suka papah loe."balas el. Dany terasa membeku mendengar ucapan el. "Jika loe hamil, apa tidak lucu. Anak gue akan jadi adik gue."ucap dany bangkit dari duduknya. "Hamil?"El menatap dany tajam. "Gue gak memakai pengaman dan gue keluarin di dalam milik loe."Dany menjatuhkan rokok nya kemudian menginjaknya sampai mati. Plakkk..... Sekali lagi el menampar dany dan tanpa mereka tau, Mayang melihatnya. Awalnya mayang ingin mengejar el sambil menggodanya lagi tapi melihat el menampar Dany, mayang memilih sembunyi ingin tau apa yang terjadi. Karena sepertinya ada sesuatu antara el dan dany yang mayang gak tau. "Loe b******k, apa loe sengaja pengin hancuran hidup gue?"El memaki dany. "Gue terlalu menginginkan loe, gue lupa. Sungguh gue gak bermaksud seperti itu."Dany mencoba membela diri. "Loe seorang PK, gue gak percaya. Hal sepenting itu loe bisa lupa. Asal loe tau. Gue gak sudi hamil anak loe."El menangis takut jika hal itu beneran terjadi. "Gue mau tanggung jawab."balas dany. "Apa loe pikir gue bego, cowok kaya loe itu gampang bosan. Loe perlakukan cewek sekali pake terus loe buang seperti sampah. Dan itu juga akan berlaku buat gue bukan?"El menatap dany sinis. "Gue cinta sama loe. Gue gak bakal ninggalin loe."ucap dany keluar dari mulutnya begitu saja. El tertawa..... "Gue gak bodoh. Gue mau ke dokter kandungan dan gue lebih memilih papah loe."El berlalu meninggalkan dany. "Gue cinta sama loe."seru dany yang tidak di hiraukan oleh el. Mayang sungguh tak mengerti apa yang terjadi karena pembicaraan mereka tidak begitu jelas. Yang terdengar hanya dany mencintai el dan el menolaknya karena menurut mayang El mencintai tuan david. Sungguh mayang menjadi pusing. Dany suka el, el suka papah david dan papah david gak suka pada el. Dany mengeram kesal, dadanya begitu sakit. Baru jatuh cinta langsung di tolak. Jika saingannya orang lain, dany gak begitu sakit tapi saingannya papahnya sendiri??? El merapatkan diri di dinding pembatas. Tak terasa air mata el terjatuh. El tak mengerti mengapa rasanya sangat sesak dan sulit bernafas mengingat dany mengutarakan perasaannya. "Apa yang membuatmu menangis?"papah david mengulurkan saputangannya pada el. "Tuan."ucap el gugup salah tingkah. "Apa ada yang menyakitimu?"papah david menghapus air mata el. Jantung el serasa mau loncat keluar. Bagaimana tidak, orang yang sangat el impikan berada di depan matanya dan sangat perhatian. "Tidak ada tuan, saya hanya merindukan kampung halaman saya."bohong el. "Saya bisa berikan kamu cuti untuk pulang kampung."balas papah david. "Gak perlu tuan, saya gak papa."El tersenyum manis, berharap tuan david benar-benar akan mencintainya bukan karena permintaan dany. "Baiklah, jika kamu membutuhkan sesuatu. Katakan padaku."ucap papah david sambil pamit pergi. "Mimpi apa gue semalam."El menepuk-nepuk pipinya. "Loe seneng dengan kebohongan."ucap dany sinis karena terbakar cemburu mendengar semua percakapan el dan papahnya. "Apa maksud loe?"tanya el. "Nikmatilah selama loe bisa. Dan gue akan ikut andil dalam permainan hidup loe. Calon MAMA."Dany menekan kata mama lalu tersenyum sinis dan berlalu meninggalkan el dengan berjuta tanya. Malam hari el sudah berdandan cantik tak sabar menunggu tuan david datang. "Cieee yang mau kencan."goda mayang. "Apaan sih, cuma makan malam kok bukan kencan."balas el. "Itu pangeran impian loe datang."ucap mayang mengedip matanya jail. "Udah dech sana."usir el karena malu. "Iya gue pergi. Gue juga gak mau jadi obat nyamuk."mayang kembali ke kamar kosnya. "Maaf lama."ucap papah david. "Enggak kok tuan."balas el manis. "Mari kita berangkat, Dany sudah sampai restoran."ucap papah david. "Dany....."gumam el. "Iya dany saya ajak, kasihan jika harus makan sendiri di rumah."balas papah david. El tersenyum kikuk. Bagaimana bisa kencan pertama malah ngajak anak. Ya kalo masih kecil, lah ini yang di ajak anak b******k. Selama perjalanan papah david dan el saling diam karena canggung. Sampai restoran benar saja, ada dany yang sudah duduk manis. "Sorry sayang papah telat."papah david mengecup kening dany. "Gak papa pah."balas dany tersenyum. Dany sungguh sangat terlihat manis di depan papahnya membuat el mual. "Andai saja tuan david tau kelakuan anaknya yang brengsek."gumam el dalam hati. "Hai calon mama."ucap dany. Membuat pipi el merah padam. "Cantik sekali malam ini, iya kan pah?"tanya dany ke papah david. Papah david hanya mengangguk kecil. El di buat mati kutu oleh dany. "Sial apa sih maunya anak ini....."kesal el dalam hati. "Pah dany pamit saja, gak ingin ganggu kencan papah dan tante."Dany berdiri dari duduk. Sudah gak tahan menahan gemuruh di hatinya. "Tapi kita belum jadi makan malam."ujar papah david. "Dany masih kenyang."kilah dany. "Lalu kamu mau kemana?"tanya papah david. "Club dan menghabiskan dengan beberapa wanita yang sudah menunggu dany."jawab dany tenang. "Dasar sekali b******k ya brengsek."gerutu el dalam hati. "Jangan bermain wanita sayang."balas papah david. "Gak pah, kalau orang yang dany sukai tidak berpaling dari dany."ucap dany menyindir El. "Kamu sudah mempunyai kekasih?"tanya papah david penasaran. "Hampir kalau dia tidak memilih orang lain."jawab dany. El hanya bisa diam mendengarkan percakapan papah dan anak ini sambil meremas-remas ujung roknya. "Berjuanglah."ucap papah david. Dany hanya tersenyum dan memeluk papahnya untuk pamit. Kemudian beralih ke el. "Nanti malam gue datang ke kosan loe."bisik dany pelan di telinga el. Dany merasakan El menegang, dany pun melepaskan pelukannya dan tersenyum manis pada el. Sungguh el ingin menyiram muka dany yang sialan itu namun el menahannya dan balik tersenyum manis demi menutupi perang di antara dirinya dan dany, di depan papah david. Dany tidak benar-benar pergi ke club malam tapi dany malah ke kosan el dengan menduplikat kuncinya sehingga dany leluasa masuk. Setelah selesai makan malam, papah david langsung mengantarkan el pulang. Papah david memang bukan tipe romantis yang harus bersikap manis. Dalam makan malam tadi saja, sibuk kerjaan. "Terima kasih tuan, mau mampir?"ajak El. "Tidak, terima kasih. Saya harus segera pulang."tolak papah david. El mengangguk dan melambaikan tangannya sambil tersenyum namun hanya dibalas anggukan kecil oleh papah david yang menang pada dasarnya dingin. El tak bisa menutupi senyum bahagianya yang menghiasi wajahnya karena sudah berhasil makan malam dengan tuan david. Saat el membuka pintu, el terkejut mendapati dany sedang menonton televisi sambil memakan beberapa cemilan. "Bocah kenapa loe bisa ada di sini?"triak el sambil melotot. "Hak gue berada di mana pun yang gue mau."balas dany santai. "Bukanya loe harusnya ada di club dan menghabiskan waktu dengan wanita yang menunggu loe."sinis El. "Apa loe cemburu?"Dany menatap el. "Heh jangan pernah bermimpi loe."ketus el. Dany hanya mengangkat bahunya acuh tak berniat melanjutkan aksi adu mulutnya. "Loe udah berantakan kosan gue, habis ini loe beresin terus pergi."usir el. "Gue laper. Masakin gue sesuatu."perintah dany. "Enak aja. Beli saja."balas el. "Gue udah berbaik hati gak gangguin makan malam loe. Sekarang sebagai gantinya loe masakin gue atau loe keluar beliin gue makanan."Dany gak mau kalah. "Ya."seru el kesal melempar tasnya ke arah dany dan berlalu ke dapur. "Mah inget jangan terlalu asin, gue gak suka asin."goda dany. Pranggggg..... El sengaja membuat gaduh dapur dengan membanting alat-alat dapur. Membuat Dany tertawa geli.... Menganggu el memang sangat menyenangkan bagi dany.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN