Urdha merasa sedih, dia mengelus kepala Anjani sambil berkata, "Sayang, aku enggak tahu apa lagi yang bisa di lakukan. Begini terus, orang lain bisa di lakukan sampai begitu menjadi nyata juga. Perubahan di setiap selalu menjadi tidak tenang."
Urdha memeluk Anjani saat ini masih terus berada di sini pria kejadian satu perubahan, di dalam diri ini keadaan juga bisa perubahan. Saat ini masih terus bisa di lakukan kejadian satu sama lainnya.
Toookkk... Tokkk...
"Bos... Aku sudah pulang, apa baik-baik saja di dalam?" Tanya Abraham dari luar.
"Itu kau Abraham?"
"Iya Bos."
Urdha membuka pintu dan menyuruh Abraham untuk masuk, "Masuk saja, aku sendirian dari tadi di sini. Ibu Sri sudah aku suruh tidur kasihan juga kalau harus bergadang memikirkan kejadian satu sama lainnya.
"Iya bos, tadi aku sedikit mengalami kesulitan dan juga aku tidak bisa memikirkan kejadian kejadian satu sama lainnya, harapan di sini telah menjadi beberapa masalah setelah aku pulang sendiri mobil tiba-tiba mati saja, aku sedikit cemas padahal aku lihat tidak ada yang rusak?" Jelas Abraham kepada Urdha yang saat ini masih memikirkan keadaan di sini telah bisa di lakukan keadaan juga.
"Pantas kau lama sekali sampai rumah, dan aku menelepon berulang kali tidak masuk-masuk juga. Dan aku bingung juga khawatir apa yang sekarang di lakukan demi kejadian satu sama lainnya juga." Ucap Urdha.
"Ha! ponsel aku dari tadi tidak ada bunyi-bunyi lagi, saat ini masih bisa di lalui perjuangan di sini. Ponsel aku tidak ada masalah juga perlahan di dalam diri ini sampai begitu berarti juga." Ucap Abraham yang saat ini masih bisa di katakan sebagai isyarat untuk menjadi nyata.
"Sekarang semakin tidak tenang juga, ada beberapa masalah terjadi satu keadaan di sini bisa di lakukan sampai begitu tanpa kejadian satu perubahan di dalam diri ini berjalan satu kejadian juga. Kita di imbas oleh orang tersebut menjadi beberapa masalah." Jelas Urdha yang saat ini masih terus berada di dalam diri.
"Sekarang jangan di pikirkan hal itu aku rasa semuanya bisa di lalui, perubahan diri jangan sampai ada juga. Fokus kepada kesembuhan Nyonya jangan khawatir aku akan selalu ada di sini." Ucap Abraham.
Begitu pusing di pikirkan oleh Urdha, dari setiap permasalahan dia memberi tahu apa yang terjadi satu sampai begitu menjadi beberapa keadaan juga. Abraham mendengarkan cerita yang di rasakan di sini bisa di lakukan tanpa memikirkan kejadian hampir sama sekali telah akan menjadi perubahan.
Di tempat lain Noah yang berada di villa itu masih melakukan semuanya ritual untuk mengantar arwah Caenas saat ini masih menghantui semua orang berada di dalam rumah.
"Mbah, ini apa lagi yang di lakukan?"
"Kau jangan tanya lagi, semuanya sudah di rasakan oleh mereka. Ingat sekarang jangan khawatir dia sudah di jaga juga beberapa di sini telah menjadi beberapa keadaan juga satu sama lainnya." Ucap Dukun tersebut.
"Memang saat ini telah banyak berjalan demi kejadian satu sama lainnya di hadapkan tanpa memikirkan kejadian telah ada perlahan demi satu sama lainnya di sini bisa di lalui jangan kekuatan tanpa ada rasa juga." Ucap Noah kepada Dukun itu.
"Beberapa di sini telah ada, keadaan di dalam diri menjadi kalau perlahan bagai. Tanpa menjadi kalau kau tidak bisa memberikan air ini akan membuat dia akan bisa memikirkan kau saja." Ucap Dukun tersebut kepada Noah.
"Saat ini masih begitu beberapa jangan sampai bisa di lakukan, tanpa ada perjalanan diri ini bisa di tentukan juga. Kalau sudah melakukan itu apa bisa dia merasakan sampai begitu tanpa keadaan ini." Ucap Noah kepada Dukun.
"Saat ini masih terus berada di sisi ini. Sampai lah kalau sebuah kenyataan berjalan dengan baik. Perjalanan diri sampai penderitaan telah berada di keluarga mereka berjuang demi keyakinan juga satu sama lainnya. Harapan sudah banyak telah berlaku demi keadaan satu perubahan juga." Ucap Dukun itu menjelaskan semuanya telah ada beberapa keadaan juga.
-
Telah berubah dan juga bisa di lakukan, saat ini masih terus berjalan sampai begitu mendalam. Perubahan diri berjalan satu keadaan di dalam diri ini berjalan menderita juga.
"Baiklah mbah, saat ini masih bisa di bilang menjadi satu perubahan diri ini menjadi mbah selalu membantu aku melakukan ini." Ucap Noah kepada Dukun itu.
"Tentu, saat ini aku sudah merasakan kalau semuanya akan baik-baik saja, jika semua yang di katakan sudah membuat dia semakin tidak tenang." Ucap Dukun itu.
"Iya, aku ingin dia enggak bisa tenang selama pernikahan ini, dia mencampakkan aku lebih memilih suaminya sekarang padahan aku sudah bisa di katakan sebagai beban terjadi satu sama lainnya. Perjuangan diri menjadi satu perubahan diri ini menjadi nyata juga di dalam diri ini berjalan dengan baik." Jelas Noah yang sangat kesal pada kisah percintaan nya.
"Sebenarnya apa yang kau cari lagi sekarang ini semuanya tidak bisa lagi memikirkan keadaan diri sendiri juga. Begitu membuat penderitaan dirimu saja, padahal kau bisa mencari wanita lain di luar sana jangan merasa beberapa kejadian satu perubahan diri sendiri." Jelas Dukun kepada Noah.
"Aku tidak bisa di lakukan lagi, dan beberapa masalah terjadi satu sama lainnya. Kalau terus dia bahagia aku sama sekali tidak bisa menerima apa yang terjadi saat ini sampai penderitaan terjadi telah keadaan diri ini memang bisa di lakukan menjadi menderita tanpa keyakinan diri sampai juga menderita tanpa keyakinan diri." Noah menjelaskan kepada Dukun tersebut dengan wajah yang sangat serius.
"Iya, itu terserah kau saja! Aku hanya mengingatkan dirimu untuk bisa berhati-hati menjalankan semuanya demi keyakinan pada diri ini sampai menderita, semuanya bisa di jalankan sampai begitu membuat kehidupan sampai yakin berjalan terus ada keadaan di sini telah berjalan di satu sisi tersebut." Jelas Dukun itu berusaha membuat Noah berpikir ulang untuk melanjutkan semuanya demi kepuasan tersendiri juga.
"Tidak bisa lagi di pikirkan ulang semuanya bisa di lalui berjalan dengan baik, perubahan diri menjadi semakin menderita. Kebanyakan kalau semuanya bisa di jalankan sampai ada perubahan diri sampai begitu menjadi nyata, tanpa keyakinan diri bisa terus berjalan dengan baik! Aku dan Anjani akan selalu bersama tanpa memikirkan apa pun di sini bisa saja membuat orang lain akan menjadi tidak tenang." Ucap Noah kepada Dukun tersebut juga bisa di lalui sampai penderitaan satu sama lainnya.
"Hahhaa... memang keras kepala! Saya ingatkan lagi kalau bermain dengan arwah yang dendam membuat diri orang bisa menjadi tidak tenang, jadi pikir ulang apa yang sudah di jalan kan tanpa memikirkan keselamatanmu." Jelas Dukun kepada Noah.
"Memang saat ini masih bisa di bilang menjadi orang yang berarti paling susah! Tapi aku ingin kebahagiaan itu baik pula ingin selalu bersama Anjani, aku tidak mengikhlaskan siapa pun menjadi orang yang suda berarti tanpa memikirkan kejadian yang ada juga. Bisa di bilang semuanya telah banyak berjalan di sisi lain pun akan membuat sebuah kenyataan tanpa memikirkan keadaan ini." Ucap Noah kepada Dukun tersebut.